XPDC Borneo 18-24 Agustus (Day 3)

20 Agustus : Kinabalu – Tambunan – Brunei Darussalam

Tujuan perjalanan hari ini adalah silaturahmi ke salah satu daerah minoritas muslim di Kinabalu yaitu di daerah Tambunan. Pukul 6 pagi di jemput oleh Pak hasan lagi dan ditemani oleh Datuk Harris Salleh, mantan Menteri Besar Sabah.

Di Jemput Pak Hasan Di Hotel Di Jemput Pak Hasan dan Rombongan di Hotel

Jarak dari Hotel menuju ke Tambunan sekitar 80 Km dan memakan waktu sekitar 1 jam, perjalanan melewati pegunungan yang rute nya berkelok – kelok sehinggga membuat perut terasa mual bagi sebagian orang yang duduk di kursi paling belakang, bahkan ibu saya karena pusing, mual dan juga karena kurang istirahat sampai membatalkan puasanya. Sesampainya di Tambunan kita singgah di salah satu Mahad binaan Ustadz Hadiq, beliau adalah orang NTT Indonesia lulusan Gontor dan menamatkan kuliah di IAIN dan Universitas Muhammadiyah Malang. Beliau mulai berdakwah di Tambunan saat berumur 22 tahun hingga kini beliau sudah dianggap sebagai penduduk asli Tambunan karena jasa – jasanya membina penduduk Tambunan agar lebih mengenal agama Islam.

Bersama Ustadz Hadiq dan Mahad Binaannya

Setelah berdiskusi kita melanjutkan perjalanan ke Sekolah Ugama Islam Sabah, Pekan Tambunan. Sekolah ini memiliki jenjang pedidikan dari SD hingga SMA, yang membuat saya senang adalah kedisiplinan dan tata tetib sekolah yang sangat bernuansa Islami, pengurusnya seorang ustadzah yang juga mualaf mengenal Islam dan di Islamkan oleh Ustadz Hadiq. Beliau bercerita tentang kondisi sosial masyarakat dan kondisi ekonomi para guru yang sangat pas pasan, dengan berurai air mata dia bercerita bagaimana guru – guru disini berjuang menyisihkan sebagian pendapatannya untuk membelikan perlengkapan sekolah kepada anak – anak muridnya yang memang umumnya terdiri dari anak – anak yang kurang mampu dan bahkan sebagian dari orang tua mereka melepas anak – anak nya untuk diserahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah, tanpa memberikan apapun kepada pihak sekolah.

Sekolah Ugama Islam Tambunan

Aktifitas Harian
Aktifitas Harian Pelajar

Suasana Belajar
Suasana Belajar di Kelas

Pengurus Sekolah
Ustadzah yang memimpin sekolah

Untunglah masih ada saja bantuan yang datang baik itu dari MUIS maupun JAKIM. Setelah bercerita dan berbagi pengalaman tentang pendidikan kita pun pamit untuk bertolak ke Rumah Anak Yatim Tambunan. Di Rumah Anak Yatim ini kita pun berbagi cerita tentang anak – anak yatim yang tinggal di asrama, karena Muhammadiyah juga sangat memprioritaskan kepentingan anak – anak yang tidak lagi mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya, surat Al Ma’un menjadi landasan untuk lebih memperhatikan anak – anak Yatim. Pak Ikhwan juga memberikan pandangan peluang perbaikan ekonomi kepada masrayakat Tambunan yang sebagian besar petani yaitu dengan menghidupkan lembaga perbankan seperti BMT, tujuannya adalah agar para petani bisa mengelola keuangan mereka melalui BMT sehingga bisa lebih mengembangkan jiwa wira usaha mereka.

Rumah Anak Yatim Tambunan
Rumah Anak Yatim Tambunan

Perjalanan pun dilanjutkan lagi kali ini langsung menuju Bandara Kinabalu, karena kita akan segera bertolak menuju Brunei Darussalam negri Sultan Bolkiah. Sesampainya di Bandara Kinabalu kita pun pamit kepada pak Hasan yang sudah mengantar kita kemana – mana selama berada di Kinabalu juga kepada oleh Datuk Harris Salleh yang mempunyai pengaruh besar di Sabah terutama di daerah Tambunan, terima kasih atas sambutan, pengalaman yang berharga dan perjalanan yang di berkahi ini, semoga kita bisa berjumpa lagi, amien.. setelah Check In kita pun bergegas menuju pesawat untuk segera berangkat menuju Brunei, perjalanan antara Kinabalu – Brunei tidak lebih dari 30 menit.

Menuju Brunei
Bersiap Menuju Pesawat

Sesampainya di Bandara Internasional Brunei kita di jemput oleh salah satu kenalan pak Mas’ud, seorang dosen di salah satu universitas di Brunei, berkewarganegaraan Indonesia asli Bengkalis. DR Gamal Zakaria namanya, beliau kemudian mengajak kami semua untuk menginap di rumahnya, selama perjalanan di kendaraan menuju runah DR Gamal jika melihat kanan – kiri terlihat bahwa Brunei masih sangat sepi sekali suasana jalan pun sangat lenggang, wajar saja ternyata dengan luas Negara ± 100 Km² dan jumlah penduduk hanya 300.000 jiwa dan 1/3 nya adalah TKI terasa kalau masih banyak sekali daerah kosong. Setelah 15 menit perjalanan akhirnya kita sampai juga di kediaman DR Gamal. Kita di persilahkan untuk beristirahat dan kemudian berbuka puasa di rumah nya.

Kediaman DR. Gamal

Buka puasa di rumah DR Gamal sangat nikmat dengan hidangan khas Resto kita berbuka model prasmanan, dan yang menarik adalah semua warga Brunei mendapatkan jatah kurma setiap hari dari Sultan selama Ramadhan. Setelah berbuka kamipun beristirahat untuk melanjutkan perjalanan esok hari di negri Kaya Raya ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s