Launching Cover Mimpi Anak Pulau

 

Anak Pulau

Batam sepertinya akan menjadi Lokomotif Industri Kreatif di bidang Perfilman, semenjak FFI diadakan pertama kali di Batam pada tahun 2010 mulai muncul Film – Film dari berbagai Genre.

di tahun 2011 Film Produksi “Komunitas Film Batam” berjudul Laskar Anak Pulau yang dibintangi oleh Helmalia Putri sukses menyedot perhatian masyarakat Batam dan menjadi pelopor ditabuhnya Genderang Film Lokal di Kota Batam.

Setelah sekian tahun fokus pada film lokal akhirnya sebuah Film Layar Lebar Perdana muncul dan akan tayang di seluruh Bioskop 21 seluruh Indonesia pada akhir Februari 2016 ini . Film ini berjudul “Mimpi Anak Pulau” di adaptasi dari novel karya Abidah El Khalieqy, penulis Perempuan Berkalung Sorban, ini merupakan kisah nyata kehidupan dan perjuangan anak pulau dari Batam bernama Gani Lasa.

Film Mimpi Anak Pulau memadukan aktor dan aktris dari Indonesia dan Malaysia.

Dari Indonesia ada Ray Sahetapy, Ananda Faturrahman (Ananda Lontoh), Herdin Hidayat, dan aktor cilik pendatang baru Daffa Permana. Sementara ada dua nama dari Malaysia, yakni Dato Tamimi dan Mardiana Alwi.

Peluncuran Cover & Trailer Film ini dihadiri sekitar 500 orang dari berbagai bidang, serta di isi oleh penampilan – penampilan Tokoh Melayu dan Seniman sebut saja Taufik Ismail, Sutarji sang Presiden Penyair, serta Seniman – seniman dari Kepri dan tak ketinggalan juga semua pemain film Mimpi Anak Pulau, Penulis Novel & Tokoh asli Gani Lasa .

Walikota Batam yang turut hadir dan memberikan sambutan menceritakan, kisah hidup Gani Lasa patut menjadi contoh seorang anak pulau yang sukses membangun Batam dan sekarang sebagai anggota I Diputi bidang administrasi dan umum, BP Batam.

“Dia (Gani Lasa red) sinor saya. Baik masih dibangku sekolah maupun saat kuliah. Saat cari kerja kami juga selalu bersama. Bahkan saat mau masuk ke Otorita Batam, kami berdua harus menunggu selama satu tahun untuk bisa jadi pegawai Otorita Batam (sekarang BP Batam),” ujar Dahlan.

Kisah tentang seorang anak yatim miskin yang hidup di daerah pesisir laut. Harus melalui banyak lika-liku kehidupan. Saat dewasa, dengan tekad dan keberaniannya Gani Lasa merantau ke Yogyakarta. Lalu ia kembali ke kampung halaman, menghidupkan para nelayan, dan membangun kotanya hingga menjadi seorang pemimpin.

Kita tunggu saja tanggal mainnya semoga dapat menginspirasi Anak – anak Muda khususnya agar memiliki semangat pantang menyerah walau dengan keterbatasan yg dihadapi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s