Naik kapal di Summer Palace, berkeliling Forbidden City, lalu menikmati kereta gantung dan toboggan di Great Wall. Rangkaian pengalaman itu menjadi bagian yang paling menarik dari perjalanan saya ke China bersama rombongan Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU). Di sela agenda bisnis, ada kesempatan menikmati tempat-tempat bersejarah, mengenal budaya, dan membangun kebersamaan.
Ketika melihat kembali dokumentasi perjalanan, yang muncul adalah beragam suasana: duduk mengikuti konferensi, mengunjungi pusat inovasi, makan bersama, hingga berfoto di destinasi yang sebelumnya lebih sering saya lihat melalui layar. Semuanya menjadi bagian dari pengalaman belajar yang saling melengkapi.
Business trip SUMU ini memberi ruang untuk melihat dunia usaha dari lingkungan yang berbeda. Bagi saya, nilai perjalanan tersebut terletak pada perpaduan wawasan bisnis, pengalaman budaya, dan hubungan antarpeserta yang mendapat kesempatan untuk tumbuh.
Agenda bisnis yang menjadi alasan kuat untuk berangkat
Hal yang paling saya apresiasi dari SUMU adalah konsep perjalanannya. Agenda bisnis ditempatkan sebagai bagian penting, dengan rangkaian CIFTIS 2026 yang mencakup conference, business matching, dan exhibition di Shougang Park. Perjalanan dilanjutkan dengan konferensi serta kunjungan perusahaan telekomunikasi seluler di Xiong’an.
Susunan kegiatan seperti ini memberi kesempatan kepada peserta untuk belajar melalui beberapa cara. Konferensi membuka ruang mendengarkan gagasan. Pameran membantu kita melihat bagaimana produk dan layanan diperkenalkan. Business matching menyediakan kesempatan memperkenalkan usaha dan menjajaki kecocokan kebutuhan.
Sebagai seseorang yang berkegiatan dalam konsultasi bisnis dan pendampingan UMKM, saya melihat rangkaian itu sebagai bahan refleksi. Bagaimana pelaku usaha kita menjelaskan nilai produknya? Seberapa siap kita ketika bertemu calon mitra? Apa yang perlu diperbaiki sebelum berharap menjangkau pasar yang lebih luas?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat dibawa kembali ke usaha masing-masing. Hasil perjalanan tidak harus langsung berupa kesepakatan. Pemahaman yang lebih jelas mengenai kesiapan usaha pun dapat menjadi bekal yang berharga.
Xiong’an dan kesempatan menjadi pembelajar
Kunjungan ke Xiong’an menghadirkan pengalaman tersendiri. Kota yang masih terasa baru dan relatif sepi itu memperlihatkan tata ruang yang telah dipersiapkan dengan konsep modern. Kegiatan konferensi, kunjungan perusahaan telekomunikasi seluler, serta dokumentasi di kawasan inovasi dan teknologi memperkaya pengalaman melihatnya secara langsung.
Dalam perjalanan seperti ini, saya menikmati kesempatan berada di posisi pembelajar. Kita datang dengan pengetahuan dan pengalaman sendiri, lalu bertemu lingkungan yang mengundang pertanyaan baru.
Bagi pelaku usaha, melihat perkembangan teknologi dapat menjadi awal untuk menilai kebutuhan internal. Proses mana yang masih menyita waktu? Pelayanan apa yang bisa dibuat lebih mudah? Keterampilan apa yang perlu mulai dipelajari oleh tim?
Pelajaran dari tempat lain tentu perlu disesuaikan dengan kondisi usaha di Indonesia. Justru di situlah pekerjaan pentingnya: memilih gagasan yang relevan, memahami kebutuhan kita, lalu memulai perubahan yang masuk akal.
Belajar ekspor bersama Kang Aceng Bahrudin
Salah satu bagian yang menambah nilai perjalanan adalah kelas privat mengenai proses ekspor dari China ke Indonesia bersama Kang Aceng Bahrudin. Beliau mendampingi perjalanan sebagai tour guide SUMU sekaligus merupakan pengusaha di China.
Kehadiran pendamping dengan pengalaman berusaha memberi dimensi tambahan pada perjalanan. Peserta memiliki kesempatan belajar dari seseorang yang menjalani aktivitas bisnis di negara yang sedang dikunjungi.
Bagi member yang tertarik pada perdagangan lintas negara, sesi seperti ini dapat menjadi pintu masuk untuk menyusun pertanyaan yang lebih terarah. Kita dapat mulai mengenali bagian yang perlu dipelajari lebih dalam sebelum mengambil keputusan usaha.
Saya mengapresiasi adanya ruang belajar ini. Di tengah agenda kunjungan dan wisata, SUMU menyisipkan pembelajaran yang dekat dengan kepentingan pengusaha. Perjalanan pun memiliki bekal pengetahuan yang bisa terus dikembangkan setelah kegiatan selesai.
Menikmati Beijing melalui sejarah dan kuliner halal
Di luar kegiatan bisnis, city tour di Beijing menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Pengalaman naik perahu menuju Summer Palace memberi variasi cara menikmati destinasi. Berkeliling Forbidden City menghadirkan kesempatan mengamati bangunan dan ruang bersejarah secara langsung.
Sementara itu, perjalanan ke Great Wall memiliki keseruan tersendiri melalui kereta gantung dan toboggan. Ada ruang untuk menikmati perjalanan dengan lebih santai setelah mengikuti kegiatan profesional.
Bagi saya, mengunjungi destinasi-destinasi tersebut ikut merawat rasa ingin tahu. Kita memperhatikan bentuk bangunan, cara suatu tempat ditata, dan bagaimana pengalaman pengunjung disusun. Seorang pengusaha pun bisa menemukan bahan pengamatan dari perjalanan wisata, selama tetap memberi dirinya kesempatan untuk menikmati momen.
Kuliner halal khas masakan China melengkapi pengalaman di Beijing. Mengenal sebuah tempat melalui makanannya menghadirkan kedekatan yang berbeda. Di meja makan bersama, agenda perjalanan bertemu dengan kebutuhan sederhana untuk beristirahat dan menikmati kebersamaan.
Bagian ini menjadi salah satu hal yang saya apresiasi dalam konsep perjalanan SUMU: kegiatan profesional, wisata, dan kebutuhan kuliner peserta mendapat tempat dalam rangkaian yang sama.
Perjalanan bersama komunitas dan catatan persiapan
Secara keseluruhan, perjalanan disusun dengan rapi dan terarah. Peserta memiliki rangkaian kegiatan yang jelas, dengan pengalaman yang beragam sepanjang perjalanan.
Tentu, sebagaimana perjalanan pada umumnya, dinamika tetap ada. Bagi saya, kesiapan peserta untuk menyesuaikan diri ikut menentukan kenyamanan bersama. Mengikuti perjalanan dalam kelompok juga menjadi latihan untuk saling memahami dan menjaga ritme kebersamaan.
Saran praktis saya untuk perjalanan berikutnya adalah menyiapkan aplikasi sejak sebelum keberangkatan. Berdasarkan pengalaman perjalanan ini, WeChat, Alipay, Google Translate, dan Amap patut menjadi bagian dari persiapan peserta untuk kebutuhan komunikasi, pembayaran, bahasa, dan navigasi.
Persiapannya sebaiknya mencakup pengenalan cara penggunaan dan penyiapan akun yang diperlukan. Khusus transaksi pribadi, peserta perlu memastikan sarana pembayarannya siap digunakan. Dengan begitu, ada kemandirian yang lebih baik ketika berbelanja atau memenuhi kebutuhan masing-masing.
SUMU dapat mempertimbangkan sesi pengarahan singkat sebelum keberangkatan untuk membantu persiapan tersebut. Langkah sederhana ini akan melengkapi susunan perjalanan yang sudah baik.
Untuk member SUMU: mari siapkan kesempatan berikutnya
Dari pengalaman ini, saya merekomendasikan member SUMU untuk mempertimbangkan business trip berikutnya, terutama bagi yang ingin memperluas wawasan, mengenal lingkungan bisnis di luar keseharian, dan membangun kedekatan dengan sesama anggota.
Datanglah dengan tujuan belajar yang jelas. Siapkan perkenalan usaha yang ringkas, tentukan hal yang ingin dipahami, dan luangkan waktu untuk mengenal peserta lain. Setelah perjalanan, pilih gagasan yang dapat ditindaklanjuti serta jaga hubungan yang sudah mulai terbangun.
Terima kasih kepada SUMU atas konsep perjalanan yang mempertemukan kegiatan bisnis, pembelajaran praktis, wisata, dan kuliner halal. Apresiasi juga saya sampaikan kepada Kang Aceng Bahrudin atas pendampingan serta kesempatan belajar mengenai proses ekspor dari China ke Indonesia.
Perjalanan ini mengingatkan saya bahwa kita perlu sesekali menyediakan waktu untuk keluar dari rutinitas. Melihat tempat baru dan belajar bersama orang lain dapat membantu kita meninjau kembali cara bekerja serta arah usaha.
Bagi rekan-rekan member SUMU, mari mencermati agenda perjalanan berikutnya dan mempersiapkan diri untuk ikut ketika tujuan kegiatannya sesuai dengan kebutuhan kita. Kesempatan bertumbuh akan lebih berarti ketika kita hadir dengan rasa ingin tahu dan kesediaan menindaklanjuti pembelajaran.
Jika mengikuti business trip berikutnya, pengalaman atau pengetahuan apa yang paling ingin Anda bawa pulang?


Leave a comment